27 Fungsi Hati yang Menakjubkan, Lengkap!

Salah satu fungsi hati yang sangat penting adalah menetralkan racun dalam tubuh atau detoksifikasi. Hati ialah kelenjar terbesar yang ada di dalam tubuh dan terletak di dalam rongga perut sebelah kanan, yaitu di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati termasuk ke dalam salah satu alat ekskresi.

Hal ini karena hati dapat membantu fungsi ginjal yaitu dengan memecah beberapa senyawa yang sifatnya racun serta menghasilkan asam urat, urea, dan amonia dengan cara memanfaatkan nitrogen yang berasal dari asam amino. Istilah lain dari proses pemecahan senyawa racun oleh hati adalah detoksifikasi. Untuk lebih lengkapnya, berikut pengertian hati dan fungsi hati.

Pengertian Hati

Pengertian Hati
Hati ialah suatu kelenjar terbesar dan juga kompleks yang ada di dalam tubuh, berwarna merah kecoklatan serta memiliki beragam fungsi, salah satunya adalah membantu dalam pencernaan makanan dan metabolisme zat gizi. Hati memiliki berat sekitar 1300-1550 gram dan memiliki banyak pembuluh darah serta lunak.

Hati terdiri dari :
  1. Lobus kiri dan lobus kanan, dengan ukuran pada lobus kanan yang lebih besar jika dibandingkan dengan lobus kiri.
  2. Lobulus. Hati disusun oleh lobulus-lobulus kecil serta tersusun dalam kolom.
  3. Vena sentralis yang ada pada bagian tengah tiap lobulus. Vena bergabung menjadi vena lebih besar serta membentuk vena hepatika yang akan menuju ke vena kava inferior.
  4. Kantung empedu, adalah bagian dari sistem empedu yang mempunyai fungsi dalam reservoir penyimpanan bagi empedu.
  5. Diafragma, merupakan membran otot yang memisahkan dada dari perut.
  6. Lakuna, merupakan suatu ruangan yang memisahkan antara satu lobulus dengan lobulus yang lainnya.


Hati adalah kelenjar yang berperan penting dalam metabolisme, termasuk diantaranya sebagai pengatur simpanan glikogen, produsen hormon, sintesa protein plasma, dan dekomposisi sel darah merah. Hati ialah kelenjar pencernaan tambahan yang memproduksi empedu, senyawa alkali yang dapat membantu proses pencernaan dengan melalui emulsi lipid.

Kantung empedu adalah kantung kecil yang terletak tepatnya dibawah hati dan berfungsi sebagai penyimpan empedu yang diproduksi oleh hati. Jaringan tissue yang ada di hati dapat disebut sebagai hepatocytes.

Hepatocytes memiliki fungsi sebagai pengatur reaksi biochemical yang beragam termasuk sintesis atas molekul-molekul kecil yang kompleks, molekul-molekul kecil tersebut berperan penting untuk fungsi vital manusia. Estimasi total dari fungsi hati sangat bervariasi, namun pada buku penelitian biasanya fungsi hati mempunyai sekitar 500 fungsi bagi tubuh.

Hati pada bahasa Yunani disebut sebagai hepat. Pada saat ini belum ada cara untuk menggantikan fungsi hati dalam jangka panjang, meskipun terdapat teknik dialysis hati yang dapat untuk digunakan sebagai pengganti fungsi hati jangka pendek. Transplantasi hati merupakan cara guna menyelesaikan permasalahan kegagalan hati total. Untuk lebih lengkapnya, berikut struktur hati.

Struktur Hati

Struktur Hati
Hati adalah organ berbentuk baji dengan memiliki warna cokelat kemerahan serta mempunyai 4 lobus dengan ukuran dan bentuk yang berbeda. Hati pada manusia biasanya mempunyai berat sekitar 1,44 kg -1,66 kg. Hati ialah suatu organ internal yang terberat pada tubuh manusia serta menjadi kelenjar terbesar dalam tubuh.

Hati terhubung dengan 2 (dua) pembuluh darah besar, yaitu : Arteri Hepatic dan Pembuluh Portal. Arteri hepatic membawa aliran darah yang kaya akan oksigen dari aorta, sedangkan pembuluh portal membawa aliran darah yang kaya nutrisi yang berasal dari hasil pencernaan dari sistem gastrointestinal serta dari pankreas dan limpa.

Pembuluh darah ini dibagi menjadi beberapa kapiler-kapiler kecil yang dikenal sebagai sinusoid, yang akan berujung pada lobules. Lobulus merupakan unit fungsional dari hati. Masing-masing lobulus dibuat dari jutaan sel hepatic yang merupakan suatu sel metabolis dasar.

Lobulus tersebut kemudian ditahan supaya tetap bersama oleh jaringan tissue areolar yang mana merupakan struktur tambahan pada hati dengan menyertai saluran pembuluh yaitu vena dan arteri serta melalui portal hepatic, sebagai suatu kapsul fiber yang dapat disebut dengan kapsul Glisson. Seluruh permukaan hati dilapisi oleh suatu lapisan serous dari peritoneum serta mempunyai lapisan fiber. Berikut fungsi hati.

Fungsi Hati

Fungsi Hati
Setiap organ yang ada dalam tubuh manusia, pasti mempunyai fungsi serta peranannya masing-masing dalam terciptanya sistem organ. Berikut fungsi hati.
  1. Pembuangan zat birilubin
    Mengapa air pipis berwarna kuning? Mengapa upil cenderung berwarna kuning, kehijauan, atau cokelat? Dan hal-hal yang lainnya. Hal ini erat kaitannya dengan zat birilubin yang ada pada tubuh. Zat ini di nilai tidak baik bagi tubuh, sehingga harus untuk dikeluarkan, yang pada umumnya lewat sistem ekskresi. Dengan zat bilirubin ini memberikan warna kuning untuk kotoran yang dikeluarkannya.
  2. Pengubah zat makanan dari usus
    Makanan yang masuk ke tubuh kemudian dicerna dan diproses lebih lama di usus manusia. Di usus makanan akan diserap berbagai macam bahan yang masih dapat digunakan, masih dapat menghasilkan gizi dan nutrisi bagi tubuh. Hati berperan sebagai pengubah zat makanan menjadi zat yang dapat digunakan sesuai dengan kemampuannya. Seperti pada protein, yang akan disimpan sementara di dalam tubuh. Pada saat terdapat sel tubuh yang rusak, kemudian dikeluarkan guna membantu memperbaiki sel yang rusak ytersebut.
  3. Pengontrol sirkulasi tubuh
    Hati juga berperan penting sebagai pengontrol sirkulasi tubuh. Hal ini erat kaitannya dengan darah serta pengaturan suhu yang ada di dalam tubuh. Hati dapat membuat sirkulasi tubuh menjadi normal dan lebih lancar.
  4. Pengontrol suhu
    Hati juga berperan sebagai pengontrol suhu. Cara kerjanya yaitu dengan menaikkan suhu tubuh pada saat lingkungan luar suhunya rendah. Menurunkan suhu tubuh pada saat lingkungan luar suhunya tinggi. Hal ini bertujuan supaya yang ada dalam tubuh bersifat netral.
  5. Membantu pembentukan eritrosit di dalam janin
    Eritrosit yang terdapat di dalam janin belum dapat terbentuk secara sempurna. Maka harus dibantu dengan cara perombakan supaya dapat memproduksi sel darah merah (eritrosit) yang baik. Salah satunya yaitu dengan menggunakan hati.
  6. Membunuh organisme dan anti gen
    Apabila terdapat sesuatu yang masuk ke tubuh, maka akan dianggap sebagai benda asing atau pathogen. Hati berperan sebagai penawar racun dengan cara membunuh organism serta antigen yang di nilai sebagai sebuah benda yang berbahaya bagi tubuh.
  7. Penghancuran sel eritrosit
    Meskipun hati berfungsi untuk membentuk sel darah merah, selain itu hati juga berperan sebagai penghancur sel darah merah. Sel darah merah yang dimaksud yaitu yang sudah masuk pada masa tua atau kualitasnya yang sudah tidak baik yang kemudian akan dihancurkan, selanjutnya akan diproduksi sel darah merah yang baru.
  8. Pengontrol komposisi darah yang masuk ke dalam tubuh
    Darah yang masuk ke tubuh, tidak hanya sebagai darah biasa. Namun, terdiri atas komposisi-komposisi seperti : gula, lemak, protein, dan zat-zat lainnya yang dibutuhkan tubuh. Hal ini karena salah satu fungsi darah ialah untuk mengedarkan nutrisi yang pada tubuh ke organ-organ yang lainnya. Hati memiliki peran sebagai pengontrol komposisi darah pada saat melewati hati.
  9. Membentuk urea
    Pipis atau air kencing yang dikeluarkan merupakan hasil rombakan yang berasal dari zat-zat yang sudah tidak dibutuhkan bagi tubuh. Pada saat melalui tahap filtrasi, hati kemudian menambahkan urea sebagai hasil dari sisa perombakan asam amino. Yang kemudian zat-zat yang tidak dibutuhkan tersebut di olah lebih lanjut pada ginjal.
  10. Pengemulsi lemak dan makanan
    Hati dapat membantu empedu untuk mengeluarkan cairan yang terdapat di dalam tubuh. Cairan empedu tersebut berasal dari dalam eritosit yang akan dilakukan perombakan lemak serta makanan. Empedu ialah organ yang mempunyai warna hijau. Kantong kelenjar empedu dapat mengeluarkan cairan sebanyak 1/2 (setengah) liter per hari dengan rasa yang pahit.
  11. Pengontrol gula darah
    Hati juga dapat untuk mengontrol gula darah. Pada saat metabolisme tubuh selesai dalam memproses hasil makanan, kandungan zat yang mengandung glukosa yang berlebih kemudian diproses di hati. Proses tersebut berupa suatu konversi pengolahan glukosa menjadi glikogen. Apabila tubuh membutuhkan glukosa, maka hati siap guna mengembalikan konversian dari glikogen menjadi glukosa.
  12. Penyimpan vitamin
    Terdapat 2 jenis pelarutan vitamin yaitu jenis vitamin yang dapat larut dalam lemak antara lain : vitamin A, D, E, serta K, dan vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C dan B. Jenis vitamin yang dapat larut dalam lemak tadi kemudian disimpan di hati sebelum diedarkan ke organ tubuh yang lain.
  13. Pengatur kadar darah
    Hati dapat mengontrol kadar nutrisi dan oksigen yang kemudian akan disalurkan ke organ-organ tubuh lainnya sehingga fungsi tubuh dapat lebih optimal tanpa kekurangan ataupun kelebihan nutrisi dan oksigen.
  14. Tempat penyimpanan glikogen
    Glikogen atau gula otot ialah energi manusia guna melakukan aktivitas. Jadi, pada saat makanan yang ada pada tubuh di cerna, maka zat hasilnya berupa glukosa. Lalu diubah oleh hormon insulin yang ada di tubuh, hingga berwujud gula otot yang disimpan sementara di hati sebelum digunakan. Apabila glikogen sisa, maka glikogen atau gula otot tersebut dapat berubah menjadi lemak.
  15. Pengontrol hormon tubuh
    Hati juga dapat mengontrol hormon tubuh. Terdapat beberapa hormon yang dihasilkan oleh hati, yang pada umumnya berkaitan dengan pengolahan glukosa menjadi glikogen dan sebaliknya yaitu pengolahan glikogen menjadi glukosa.
  16. Penawar racun
    Hati dapat untuk menetralkan, menawarkan, atau biasa disebut dengan istilah detoksifikasi racun-racun yang terdapat dalam tubuh. Secara alamiah, apapun itu yang masuk ke tubuh manusia dapat berpotensi sebagai racun. Oleh sebab itu, hati dapat menawarkan zat-zat tersebut supaya bersifat netral bagi tubuh. Misalnya berbagai zat yang dapat dianggap sebagai racun antara lain : obat-obatan, alkohol, dan nikotin.
  17. Penyimpan mineral
    Selain fungsi hati yang berperan sebagai penyimpan vitamin, hati juga dapat berperan sebagai penyimpan mineral. Menurut penelitian terkait, membuktikan bahwa hati dapat menyimpan mineral pada tubuh manusia. Yang kemudian akan di aktifkan kembali pada saat hendak digunakan tubuh. Seperti zat besi yang digunakan guna penyusunan hemoglobin untuk pembentukan sel darah merah.
  18. Mencegah penggumpalan darah
    Penggumpalan darah pada umumnya terjadi karena mengalami luka akibat kecelakaan, jatuh, dan kejadian-kejadian yang lainnya yang dapat menyebabkan luka. Tidak sekedar luka, namun jika sampai mengeluarkan darah. Tubuh yang terbuka secara normal dapat mengeluarkan darah. Kemudian beberapa saat, apakah pendarahan tersebut berhenti? Hal ini erat kaitannya dengan peran protombin dan fibrinogen yang bekerja guna menutup luka serta mencegah terjadinya penggumpalan darah. Apabila tidak dilakukan hal tersebut maka darah akan terus keluar, hal ini yang tentunya dapat membahayakan tubuh manusia.
  19. Menyempurnakan eritrosit atau sel darah merah
    Darah merah merupakan suatu cairan yang tidak dapat bertahan lama berada di dalam tubuh. Oleh sebab itu dibutuhkan zat yang dapat berguna sebagai penyempurna dari eritrosit ini. Zat tersebut ialah hermatin.
  20. Pengontrol asam amino
    Hati dapat berperan sebagai pengontrol asam amino yang ada pada tubuh. Apabila kelebihan asam amino, maka akan disiapkan blok bangunan khusus untuk asam amino. Sehingga pada saat dibutuhkan, akan disediakan kembali.
  21. Produksi sistem imunnitas
    Hati mempunyai peran sebagai produktor sistem kekebalan tubuh. Hal tersebut erat kaitannya dengan fungsinya yang dapat melawan serta membunuh bakteri yang masuk ke tubuh.
  22. Produsen hermatin
    Hermatin ialah suatu zat yang diproduksi oleh hati guna melindungi sek darah merah, hal ini sebab darah merah tidak dapat bertahan lama di tubuh manusia.
  23. Menghasilkan protein
    Terdapat beberapa jenis protein yang dapat dihasilkan oleh hati yang memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah.
  24. Pengontrol sirkulasi darah
    Hati erat kaitannya dengan sirkulasi darah mengingat bahwa hati terhubung dengan 2 (dua) pembuluh darah besar yang mentransportasikan darah kaya akan nutrisi serta oksigen ke bagian-bagian tubuh lainnya.
  25. Filter sampah tubuh
    Manusia sebagai makhluk yang memerlukan makanan guna menopang kehidupannya. Oleh sebab itu, manusia tidak memakan satu atau dua jenis makanan yang sama tiap harinya, melainkan banyak ragam jenisnya. Dari berbagai jenis makanan yang di makan tersebut, banyak juga makanan yang mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Salah satunya yaitu kolesterol. Sampah kolestrol tersebut kemudian disaring oleh hati guna di ambil zat-zat yang masih dibutuhkan tubuh dan kemudian membuang zat sisanya.
  26. Menyimpan energi
    Hati dapat menyimpan energi bagi tubuh dalam bentuk glikogen yang akan diubah menjadi glukosa pada saat kadar glukosa darah rendah.
  27. Sistem pencernaan sekunder
    Nutrisi yang berasal dari makanan serta minuman yang dikonsumsi kemudian diserap melalui usus. Namun sebelum diserap oleh usus, makanan tersebut dipilah-pilah terlebih dulu oleh hati guna menentukan nutrisi yang akan diserap atau racun yang akan dibuang.


Penyakit Liver

Penyakit Liver
Hati (liver) memang mempunyai peranan penting bagi tubuh manusia guna menjauhkan tubuh dari berbagai jenis penyakit. Namun, hati apabila tidak dirawat dengan baik, hati juga dapat mengalami gangguan-gangguan dan terkena penyakit. Berikut penyakit liver (hati) yang berbahaya :
  1. Hepatitis
    Hepatitis merupakan penyakit liver yang dapat dilihat dari munculnya sel radang di dalam jaringan tissue hati. Hepatitis dapat disebabkan tanpa adanya sebuah gejala, namun dapat membuat penderitanya mengalami rasa lelah, jaundice (warna kuning yang muncul di mata dan tubuh manusia), serta nafsu makan menurun. Hepatitis kronis dapat menyebabkan luka pada hati atau fibrosis serta kegagalan fungsi hati atau cirrhosis.
  2. Cirrhosis
    Cirrhosis ialah suatu penyakit yang berkembang dalam jangka yang lama dimana jaringan tissue yang sehat menjadi luka serta mencegah hati untuk berfungsi secara normal. Jaringan tissue yang terluka tersebut kemudian menahan suplai darah ke hati yang pada akhirnya dapat menghambat penyerapan nutrisi, hormon, protein, dan zat-zat yang lain yang diproduksi hati.
  3. Kanker hati
    Kanker hati merupakan kanker yang disebabkan oleh cirrhosis, alkohol, atau hepatitis. Kanker hati ialah salah satu kanker yang paling umum. Sebab, pada tahun 2013 terdapat 643.000 kematian terjadi dikarenakan kanker yang disebabkan hepatitis serta 92.000 kematian yang disebabkan karena alkohol.
  4. Ascites
    Ascites meruopakan akumulasi cairan berwarna kuning yang merupakan racun yang terdapat di dalam hati. Ascites dapat menyebabkan kegagalan fungsi hati dan kanker.
  5. Batu empedu
    Apabila batu empedu tersangkut di dalam aliran darah di hati, hepatitis dan juga infeksi pembuluh darah dapat terjadi.
  6. Hematochromatosis
    Akumulasi besi yang ada dalam organ parenchymal karena hati tidak dapat untuk menetralisir racun sehingga tubuh akan keracunan.


Tips Merawat Kesehatan Hati
Tips Merawat Kesehatan Hati
  1. Menjaga pola makan
    Perbanyaklah mengkonsumsi buah-buah dan sayuran serta kurangi mengkonsumsi makanan berminyak atau banyak mengandung penyedap guna mengurangi konsumsi racun.
  2. Hindari alkohol
    Alkohol dapat memberi racun dalam jumlah yang banyak untuk tubuh, oleh sebab itu jika Anda mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak, urine akan berbau pesing dan berwarna kuning pekat.
  3. Pelajari obat obatan
    Hentikan mengkonsumsi obat-obatan yang dapat mempengaruhi kinerja hati Anda.


Pemeriksaan Fungsi Hati
Pemeriksaan Fungsi Hati
Untuk memonitor kondisi hati (liver) dibutuhkan pemeriksaan fungsi hati. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi adanya potensi penyakit pada hati. Selain itu, apabila Anda mengalami gejala penyakit kuning, alangkah baiknya untuk tes fungsi hati guna membantu mendiagnosis apakah gejala yang dialami tersebut disebabkan oleh penyakit hati.

Fungsi hati membuat senyawa-senyawa kimia yang dihasilkan dan beredar di aliran darah. Oleh sebab itu, tes fungsi hati dilakukan dengan cara mengambil sampel darah kemudian diperiksa senyawa-senyawa kimia yang ada dalam darah tersebut. Pola hasil pemeriksaan darah dapat membantu dalam menentukan senyawa mana yang kandungannya berlebihan sehingga menyebabkan masalah. Berikut ialah senyawa-senyawa yang pada umumnya dapat diukur dalam tes fungsi hati:
  1. Albumin
    Albumin ialah protein utama yang diproduksi hati serta masuk ke sirkulasi darah. Kadar albumin yang sangat rendah dapat mengindikasikan beberapa jenis masalah yang terjadi di hati atau dapat juga dikarenakan kondisi kurang gizi.
  2. Bilirubin
    Bilirubin merupakan senyawa yang terbuat dari hemoglobin. Senyawa tersebut dapat memberikan warna kuning atau kehijauan pada cairan empedu. Kadar bilirubin yang sangat tinggi dapat mengakibatkan penyakit kuning (jaundice). Kadar bilirubin yang terkonjugasi tinggi dapat terjadi pada saat aliran cairan empedu terhambat, seperti jika terdapat tumor pankreas atau batu empedu. Kadar yang tinggi dapat disebabkan karena luka pada organ hati, konsumsi alkohol dalam jangka panjang, atau hepatitis.
    Kadar bilirubin yang tak terkonjugasi dapat tinggi jiak terdapat penghancuran sel darah merah (eritrosit) berlebihan di hati, seperti pada penyakit anemia hemolitik.
  3. Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) atau Aspartat aminotransferase (AST)
    SGOT atau AST merupakan enzim yang terdapat di dalam hati. Apabila kadarnya tinggi pada umumnya menggambarkan adanya masalah yang terjadi pada organ hati.
  4. Alkalin fosfatase (ALP)
    Alkalin fosfatase ialah enzim yang terbentuk di dalam hati dan juga tulang. Bagi seseorang yang mempunyai penyakit tulang atau hati, kadar senyawa alkalin fosfat (ALP) dalam darah akan tinggi.
  5. Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) atau Alanin transaminase (ALT)
    Merupakan enzim yang sangat bermanfaat dalam mengolah protein. Kadar enzim ini akan tinggi pada saat hati mengalami peradangan atau cedera, seperti penyakit hepatitis.
  6. Total protein
    Adalah pengukuran semua protein yang ada dalam darah.


Selain tes fungsi hati yang bertujuan untuk mengukur senyawa-senyawa di atas, mungkin dibutuhkan juga pemeriksaan yang lainnya guna membantu mengkonfirmasi diagnosis atau memonitor masalah pada organ hati. Pemeriksaan yang lainnya juga mengambil sampel darah, namun yang diukur berbeda, seperti tes pembekuan darah, tes gamma-glutamytransferase, tes imunologi yang bertujuan untuk mendeteksi adanya virus ataupun autoantiboodi, dan tes lain yang lebih spesifik.

Itulah pengertian hati, fungsi hati, struktur hati, penyakit liver, serta tips merawat kesehatan hati. Untuk tetap menjaga fungsi hati supaya tetap dalam kondisi yang fit, terapkan hidup dan pola makan yang sehat, dan utamakan untuk mengkonsumsi sayur-sayuran dan juga buah-buahan. Protein yang diperlukan ialah protein yang bisa didapat dari polong-polongan serta kacang-kacangan. Anda masih dapat mengkonsumsi daging, namun batasi jumlah konsumsinya. Alangkah baiknya untuk menghindari lemak trans serta batasi asupan lemak maksimal 20% (20 persen) dari total konsumsi seluruh makanan. Jangan lupa untuk tetap rutin berolahraga.

Poskan Komentar